Setelah itu dia langsung cerita bahwa ada oknum spesialis berstatus PNS yang nakal. "Mungkin, karena dia ekspertis, akhirnya seenaknya sendiri jadi PNS," ujar dr Yusdeny.
Contohnya yang terjadi di RSUD. Dia tidak menerangkan lebih lanjut RSUD mana yang dimaksud. Di sana, ada oknum dokter spesialis yang berpraktik tidak sesuai jam kerja, yang seharusnya lima hari dalam seminggu, tapi ini hanya mau dua kali dalam seminggu.
Menurut dr Yusdeny, praktik semacam itu sangat kelir. Sebab, seharusnya PNS itu menjaga tugasnya sebagai abdi negara, karena uang rakyat yang dibayarkan, sehingga seharusnya mengikuti aturan yang berlaku. Tidak bisa seenaknya bikin aturan.
Kemudian, praktik semacam itu juga dia temukan pada oknum dokter gigi spesialis. Modusnya sama, hanya mau bekerja dua hari dalam seminggu, bahkan oknum ini bermasalah di mana-mana, namun tidak ada tindakan tegas dari pihak rumah sakit. Hingga akhirnya si oknum dokter gigi spesialis itu pindah begitu saja ke luar kota.
Lalu ada oknum dokter spesialis obgyn. Menurut dr Yusdeny, dia disekolahkan dari Bondowoso, kemudian lulus, dan kembali ke Bondowoso dengan perilaku serupa dengan oknum nakal lainnya.