"Akan menjadi lebih berbahaya tergantung dari kandungan bahan kimia di dalam pewarna yang digunakan," ungkap dr Dicky pada iNews.id, Rabu (21/5/2025).
Kemudian, dampak kesehatan juga bisa terjadi sekalipun pemanfaatannya tidak secara langsung. Ini mungkin terjadi jika air tercemar itu meresap ke air tanah yang dipakai masyarakat sehari-hari.
"Atau air tanah tercemar digunakan untuk menyiram tanaman pangan. Ini bisa terjadi akumulasi zat berbahaya di rantai makanan," ujarnya.
Jika begitu, pangan yang disiram dengan air tercemar bisa mengandung bahan berbahaya dan ini dapat menyebabkan gangguan hati, ginjal, sistem saraf, bahkan berpotensi menyebabkan kanker.
"Risiko itu bisa terjadi terutama jika zat kimianya bersifat karsinogenik," papar dr Dicky.
Dampak jangka panjang dari pencemaran air sungai seperti yang viral di Citeureup adalah dapat merusak keseimbangan ekosistem mikroba air dan tanah di daerah itu. "Padahal, mikroba yang ada di tanah dan air penting untuk kesehatan lingkungan," tambahnya.
So, itu dia penjelasan mengenai dampak buruk pada kesehatan terkait sungai yang tercemar bahan kimia.