Varian Baru Mu Jadi Perhatian Dunia, Ketua Satgas: Jangan Panik Tetap Waspada

Muhammad Sukardi
Seorang pasien terdeteksi varian baru Covid-19 dibawa ke IGD. (Foto: Antara)

"Kami memperketat pintu masuk di pelabuhan maupun udara dengan ditemukannya berbagai varian virus, termasuk varian Mu ini. Pemantauan dan proses karantina di pintu masuk pun menjadi bagian di dalamnya," kata Maxi.

Sementara menurut Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban, secara global kasus varian Mu itu hanya 0,1 persen. "Beda dengan kasus di Kolombia sebagai negara pertama yang melaporkan penemuan kasus, di sana sudah 39% kasus Covid-19 disebabkan varian Mu," paparnya di Instagram, dilansir Rabu (8/9/2021). 

Karena angka kasusnya secara global masih sangat kecil itu juga yang membuat Badan Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan varian Mu di kategori variant of interest (VOI) bukan variant of concern (VOC).

"Ini sekaligus memberitahu kepada masyarakat bahwa kita tidak usah terlalu panik, tapi waspada boleh. Terlebih bagi pemerintah untuk memastikan agar varian ini tidak masuk ke Indonesia," kata Prof Beri. 

Waspada diperlukan, kata Prof Beri, karena di Kolombia sendiri, kasus varian Mu dilaporkan ribuan per harinya. Bahkan, tenaga kesehatan pun dilaporkan ada yang meninggal dunia akibat serangan varian Mu tersebut.

Editor : Elvira Anna
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gejala Covid-19 Cicada yang Harus Diwaspadai, Demam hingga Sakit Tenggorokan

57 tahun lalu

Covid-19 Varian Cicada Diprediksi Sudah Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog

57 tahun lalu

Asal Usul Nama Cicada, Julukan Covid-19 Varian Baru yang Mulai Menggila

57 tahun lalu

Apakah Covid-19 Varian Cicada Mematikan? Cek Faktanya di Sini!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal