JAKARTA, iNews.id - Memasuki usia 40 tahun ke atas, banyak orang mulai mengalami presbiopia atau rabun dekat, kondisi mata kesulitan melihat jarak dekat. Salah satu solusi yang kini banyak dipilih adalah memakai kacamata progresif karena mampu membantu penglihatan jauh, menengah, hingga dekat dalam satu lensa.
Namun, tidak sedikit pengguna yang masih ragu mencoba kacamata progresif. Keluhan seperti pusing, mata lelah, hingga sulit beradaptasi kerap terjadi, bahkan membuat sebagian orang kembali memakai dua kacamata terpisah.
Dokter spesialis mata, dr Amanda Nur Shinta Pertiwi, Sp.M, FIACLE mengatakan banyak pasien mengeluhkan ketidaknyamanan saat pertama kali menggunakan kacamata progresif.
“Banyak pasien datang dengan keluhan tidak nyaman saat menggunakan kacamata progresif. Padahal secara klinis, kenyamanan ditentukan oleh pengukuran yang tepat, kualitas dan desain lensa, serta kesesuaian dengan kebutuhan visual sehari-hari," ujarnya, dalam ketereangan pers, Jumat (24/4/2026).
"Dengan pemeriksaan yang tepat dan pemilihan lensa yang sesuai dengan aktivitas, proses adaptasi biasanya dapat berlangsung lebih cepat dan nyaman. Sebab itu, konsultasi dengan tenaga profesional menjadi langkah penting sebelum memilih kacamata progresif,” katanya.