Sementara itu, gejala pecahnya aneurisma dapat berupa penglihatan terganggu, mual dan muntah, kehilangan kesadaran, kejang, sulit berbicara, lumpuh, kelemahan pada tungkai atau salah satu sisi tubuh.
"Pemeriksaan penunjang yang diperlukan adalah MRI untuk mendeteksi ada tidaknya aneurisma otak. CT scan, untuk memastikan ada tidaknya perdarahan di otak akibat pecah atau bocornya aneurisma otak," ujarnya.
Selain itu juga dilakukan angiografi otak, untuk memastikan ada tidaknya kelainan di pembuluh darah otak, termasuk mendeteksi aneurisma otak. Angiografi bisa dilakukan dengan CT scan (CTA) atau dengan MRI (MRA)," kata dia.