“Jadi keringat itu keluar yang keluar cairan. Bukan hal buruk. Ya cairan dan elektrolit keluar lewat keringat, garam dan kalsiumnya. Kalau semakin berkeringat, maka kemungkinan kita kekurangan cairan akan tinggi,” ujarnya.
dr Tirta juga mengingatkan pentingnya menjaga cairan tubuh saat banyak berkeringat. Sebab, tubuh dapat mengalami dehidrasi jika cairan yang hilang tidak segera diganti.
Dia menegaskan tubuh tetap berkeringat bahkan saat tidur. Hal itu menjadi tanda tubuh terus bekerja menjaga kestabilan suhu sepanjang waktu.
“Even ketika kita tidur kita tuh berkeringat karena biar nguap mekanisme pengeluaran cairan tubuh,” katanya.
Menurut dr Tirta, kondisi paling berbahaya justru ketika tubuh tidak mampu mengeluarkan keringat saat panas. Akibatnya, panas akan terjebak di dalam tubuh dan memicu overheat.
“Jadi bukan hal buruk yang dikeluarkan keringat. Kamu kalau nggak keringetan itu tubuhmu overheat. Bayangin kalau nggak mau keringetan,” ujar dr Tirta.