Pola tersebut dimulai dengan dua gelas saat berbuka, yakni satu gelas ketika azan magrib atau saat membatalkan puasa dan satu gelas setelah selesai makan berbuka. Cara ini membantu tubuh beradaptasi secara bertahap setelah seharian tidak mendapat asupan cairan.
Kemudian empat gelas pada malam hari, yaitu satu gelas setelah makan malam, satu hingga dua gelas setelah salat tarawih, dan satu gelas sebelum tidur. Pola ini dinilai efektif menjaga keseimbangan cairan tanpa membuat perut terasa penuh sekaligus.
Terakhir, dua gelas saat sahur, yakni satu gelas saat bangun sahur dan satu gelas setelah selesai makan sahur. Dengan pola 2-4-2, kebutuhan minimal delapan gelas per hari tetap dapat tercukupi tanpa terasa berat.
Menjaga kecukupan cairan sangat penting untuk mencegah dehidrasi yang bisa memicu lemas, sulit konsentrasi, gangguan pencernaan, hingga sakit kepala. Dia pun mengingatkan masyarakat agar disiplin menerapkan pola minum tersebut selama bulan puasa.
“Selama puasa kita tetap harus minum minimal delapan gelas atau dua liter air per hari agar tidak dehidrasi,” pesannya.