Kadar gula tersebut dinilai cukup tinggi bagi penderita diabetes yang wajib menjaga asupan gula harian mereka. Jika dikonsumsi berlebihan, semangka dikhawatirkan dapat memicu kenaikan kadar gula darah lebih cepat.
Tak hanya kandungan gula, semangka juga memiliki indeks glikemik yang tinggi. Mengutip Harvard Health Publishing, indeks glikemik semangka mencapai angka 80.
Angka tersebut masuk kategori tinggi dalam skala indeks glikemik 0 hingga 100. Semakin tinggi nilai indeks glikemik suatu makanan, semakin cepat pula makanan tersebut meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh.
Sejumlah ahli nutrisi menyarankan penderita diabetes untuk memperhatikan indeks glikemik dan beban glikemik makanan yang dikonsumsi. Langkah ini penting guna menghindari lonjakan gula darah secara tiba-tiba yang dapat memperburuk kondisi kesehatan.
Meski begitu, bukan berarti penderita diabetes sama sekali tidak boleh mengonsumsi semangka. Konsumsi dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan tetap dapat dilakukan dengan memperhatikan kondisi tubuh serta pola makan harian.
Penderita diabetes juga dianjurkan mengombinasikan konsumsi buah dengan sumber protein atau serat agar penyerapan gula dalam tubuh berlangsung lebih lambat. Dengan begitu, kadar gula darah bisa lebih terkontrol.
Karena itu, semangka tetap perlu diwaspadai oleh penderita diabetes. Jangan sampai mengonsumsinya secara berlebihan jika tidak ingin kadar gula darah meningkat dan memicu risiko komplikasi kesehatan yang lebih serius.