Suka Pamer Pencapaian di Medsos Fix NPD? Ini Kata Psikolog

Muhammad Sukardi
Psikolog ingatkan tidak langsung labeli seseorang NPD. (Foto: Youtube)

Ia mencontohkan, seseorang dengan kecenderungan tersebut bisa terus membanggakan pencapaiannya tanpa peduli lawan bicara sedang lelah atau memiliki masalah sendiri.

"Kadang kita sadar ya, ‘aduh kayaknya dia capek dengar kita ngomong’. Tapi kalau NPD, dia tidak memperdulikan seperti itu," lanjutnya.

Meski demikian, Veny mengingatkan bahwa media sosial sering kali hanya menampilkan sebagian kecil kehidupan seseorang. Karena itu, publik diminta tidak terburu-buru menghakimi orang lain hanya berdasarkan unggahan di internet.

"Yang terlihat di media sosial itu belum tentu yang sebenarnya," ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa diagnosis NPD membutuhkan proses panjang, mulai dari observasi, wawancara klinis, hingga menggali pengalaman masa kecil seseorang.

"Assessment-nya panjang, harus tahu milestone hidupnya sejak kecil, apakah ada trauma atau luka tertentu," kata Veny.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Health
3 hari lalu

Gen Z Rentan Alami Gangguan Mental, Medsos Biang Keroknya?

Health
3 hari lalu

1,2 Miliar Orang di Dunia Alami Gangguan Mental, Kecemasan Mendominasi!

Photo
9 hari lalu

Ribuan Ibu Hamil Ikuti Meditasi Kesehatan Mental, Resmi Tercatat MURI

Health
31 hari lalu

Rusak Kesehatan Mental, Begini Cara Lepas dari Kecanduan Pornografi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal