Para ahli menekankan bahwa penting untuk membedakan antara stres ringan sehari-hari dengan stres berat yang terus-menerus. Apa bedanya?
Stres ringan umumnya tidak berdampak signifikan terhadap kehamilan, sementara stres kronis yang tidak terkelola dengan baik dapat menjadi faktor risiko tambahan.
Kesimpulannya, stres bukan penyebab utama keguguran, tetapi dalam kondisi tertentu, terutama jika berlangsung lama dan intens, stres dapat berkontribusi terhadap meningkatnya risiko tersebut. Apalagi jika ibu hamil sampai mengalami tindakan KDRT.
Karena itu, menjaga kesehatan mental selama kehamilan menjadi hal yang tidak kalah penting dibandingkan kesehatan fisik. Dukungan pasangan, lingkungan yang kondusif, serta konsultasi dengan tenaga medis dapat membantu ibu hamil menjalani kehamilan yang lebih sehat dan aman.