Status Darurat Covid-19 Dicabut, Ahli Epidemiologi Ingatkan Hal Ini 

kevi laras
Ilustrasi status darurat Covid-19 dicabut. (Foto: Ist)

"Ketika mitigasi dan prokes lemah atau tidak diterapkan secara baik, pencabutan tidak berarti menghilangkan secara otomatis dampak langsung maupun tidak langsung dari Covid-19 sendiri," kata dr Dicky

Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus sebagai Direktur Jenderal WHO kalau virus dari SARs-COV-2 (Covid-19). Dia mengatakan Covid-19 akan tetap ada, dan memiliki risiko untuk menginfeksi dan mematikan. Dia menjelaskan berita baik ini, tidak jadi suatu celah bagi negara lain untuk melupakan Covid-19. 

"Virus ini akan tetap ada. Masih membunuh, dan masih berubah. Risiko tetap munculnya varian baru yang menyebabkan lonjakan baru dalam kasus dan kematian. Arti dari berita ini adalah saatnya bagi negara-negara untuk beralih dari mode darurat ke mengelola Covid-19 bersama penyakit menular lainnya," jelasnya dalam Twitter resmi WHO, Sabtu (6/5/2023).

Editor : Elvira Anna
Artikel Terkait
57 tahun lalu

KUR BRI Bantu Warung Asep Bangkit Lagi, Jadi Penyelamat saat Usaha Terpuruk

57 tahun lalu

Thailand Temukan Varian Baru Virus Corona, Berbahayakah?

57 tahun lalu

Puan Minta Pemerintah Tak Anggap Sepele Hantavirus, Jangan Sampai Terulang Seperti Covid-19

57 tahun lalu

Heboh Wabah Hantavirus, Trump: Semua Terkendali!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal