Selain Lahirkan Bayi Prematur, Ini Risiko Menikah di Usia Muda yang Harus Diwaspadai

Siska Permata Sari
Menikah di usia muda banyak risikonya seperti bayi lahir prematur. (Foto: AFP/Loic Venance)

JAKARTA, iNews.id - Fenomena menikah muda atau usia dini masih terjadi di Indonesia. Data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengungkapkan satu dari sembilan wanita menikah sebelum berusia 18 tahun.

Akibatnya, hal tersebut juga berimbas pada tingginya angka kelahiran remaja, di mana remaja berusia 15-19 tahun sudah hamil dan melahirkan anak. Hal tersebut juga diungkapkan Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo, SpOG (K) di Webinar Launching www.siapnikah.org secara Live di YouTube, Senin (4/5/2020).

“Ada banyak sekali kelahiran setiap tahunnya yang terlahir dari orang-orang yang usianya masih 15 sampai 19 tahun. Ini jumlahnya banyak, setengah jutaan,” tuturnya.

Dia menjelaskan, wanita yang masih sangat muda mempunyai potensi melahirkan anak yang ukurannya di bawah normal atau stunting.

“Selain itu, berpotensi juga banyak bayi yang lahir prematur atau lahir sebelum waktunya. Inilah risiko-risiko di mana kita mempunyai calon-calon bayi yang lahir sudah tidak sesuai standar,” ujarnya.

Editor : Tuty Ocktaviany
Artikel Terkait
Nasional
20 hari lalu

Tri Yulia Rizki Ananda Raih Women's Inspiration Award 2026, Bertekad Hapus Stunting dengan MBG

Health
21 hari lalu

Akses Kesehatan Reproduksi Perempuan Masih Terbatas, UNFPA Indonesia Ungkap Faktanya!

Nasional
1 bulan lalu

Hashim Ungkap Asal-Usul Program MBG: Digagas Prabowo sejak 2006

Health
3 bulan lalu

Angka Anak Stunting di Indonesia Masih Tinggi, Butuh Perhatian Semua Pihak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal