Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, setiap tahun puluhan ribu bayi lahir dengan PJB dan banyak di antaranya berada dalam kondisi berat (severe).
Hingga 2025, hampir 1,7 juta bayi telah menjalani skrining. Namun menurut Menkes Budi, upaya tersebut masih perlu ditingkatkan.
"Ke depan, kami harus lebih agresif lagi dalam upaya penyelamatan nyawa mereka, termasuk dengan memperkuat kapasitas layanan serta menambah jumlah spesialis jantung anak dan bedah jantung anak sehingga bisa melakukan intervensi non bedah dan intervensi bedah jantung anak lebih banyak lagi," ungkap Menkes Budi.