JAKARTA, iNews.id – Fakta memprihatinkan datang dari dunia kesehatan anak Indonesia. Setiap tahun, sekitar 45 ribu bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan (PJB), kondisi serius yang menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak.
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), dr Ade Median Ambari SpJP(K), PhD, FIHA, menegaskan, PJB bukan masalah kesehatan sepele. Berdasarkan data, dari setiap 100 bayi yang lahir, satu di antaranya menderita penyakit jantung bawaan.
"Artinya, sedikitnya 45 ribu bayi setiap tahun lahir dengan kondisi tersebut di Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (20/2/2026).
Lebih memprihatinkan lagi, penelitian Murni dkk (2021) mencatat angka keterlambatan deteksi PJB di Indonesia mencapai 60,8 persen. Keterlambatan diagnosis ini berisiko membuat kondisi anak semakin berat dan menurunkan peluang keberhasilan penanganan.
Sebagai upaya konkret, PERKI melakukan skrining di berbagai wilayah dengan prevalensi PJB tinggi. Program tersebut bahkan berhasil dicatat dalam Rekor MURI sebagai 'Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan Secara Serentak Kepada Anak Terbanyak'.
"Ke depannya, kami berharap PERKI bisa terus berkontribusi untuk pemerintah dan bangsa dalam bidang pediatrik ini. Karena setiap detak jantung adalah harapan," kata dr Ade.