JAKARTA, iNews.id - Sebuah hasil penelitian baru-baru ini mengejutkan publik. Bukan tanpa alasan, hasil studi menyebutkan aktivitas ejakulasi ternyata bisa membuat sperma lebih segar, berkualitas dan meningkatkan kesuburan.
Hal itu berlawanan dengan mitos di mana terlalu sering melakukan ejakulasi dalam kurun waktu dekat kurang baik bagi kesehatan sperma dan kelamin.
Hasil penelitian itu dipublikasi Jurnal Translational Andrology and Urology Volume 15 Nomor 2 pada 28 Februari 2026. Mengutip dari jurnal tersebut, orang dengan masa pantang ejakulasi atau sederhananya tidak melakukan ejakulasi rutin selama lebih dari empat hingga tujuh hari akan membuat volume semen dalam sperma semakin banyak dan membuat sperma menumpuk atau mengendap.
Hal itu dapat menyebabkan penurunan motilitas atau gerak sperma dan meningkatkan risiko kerusakan DNA. Sederhananya adalah walaupun jumlah sperma yang dihasilkan lebih banyak, namun kualitas sperma tersebut justru rendah.
“Pantang berhubungan seksual dalam jangka waktu lama (≥4 hingga 7 hari) meningkatkan volume semen dan jumlah sperma, tetapi dikaitkan dengan penurunan motilitas dan fragmentasi DNA yang lebih tinggi,” demikian hasil penelitian dari jurnal tersebut, dikutip Selasa (7/6/2026).
Sementara, orang dengan masa pantang ejakulasi atau tidak melakukan ejakulasi rutin lebih pendek yaitu selama kurang dari dua hari justru membuat kualitas sperma lebih segar dan meminimalisir kerusakan DNA. Bahkan hal itu dianjurkan bagi pria dalam masa kesuburan.
Di satu sisi, ejakulasi yang dilakukan setiap satu sampai dua hari sekali juga sangat dianjurkan bagi pasangan yang sedang menjalani program kehamilan. Bahkan melakukan ejakulasi dalam frekuensi lebih pendek bisa meningkatkan kehamilan lebih baik.