Pro Kontra Minum Urine Unta, Ini Kata Menkes dan WHO

Siska Permata Sari
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. (Foto: Okezone.com)

"Mungkin ada beberapa zat yang bisa digunakan, tapi kalau langsung masuk (ke tubuh). Mari kita lihat kalau cek lab urine pasti kan ada bakterinya. Secara ilmiah saja, ini kan zat-zat sisa yang dibuang," katanya.

Rupanya, meminum urine yang dicampur susu unta bukan hal baru bagi dunia medis. Pada tahun 2015 lalu, World Health Organization (WHO) telah menyatakan larangan untuk mengonsumsi produk yang berasal dari unta. Hal ini berkaitan dengan penyakit Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

MERS sendiri merupakan penyakit yang menyerang organ pernapasan yang disebabkan Virus Korona. Ternyata, penyakit menular yang dibawa virus tersebut terdeteksi pada unta.

"Praktek kebersihan makanan harus diperhatikan. Masyarakat juga harus menghindari minum susu unta mentah atau urine unta, atau makan daging yang belum dimasak dengan benar," tulis sebuah pernyataan yang dimuat di situs WHO.

Editor : Achmad Syukron Fadillah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, Kemenkes Ingatkan Risiko Penyakit dari DBD hingga Pernapasan

57 tahun lalu

Bertemu Kepala BGN, Menkes Dukung 4 Langkah Baru untuk Tata Ulang Program MBG

57 tahun lalu

Kemenkes Ingatkan DBD dan ISPA Jadi Ancaman Serius di Kemarau Panjang 2026

57 tahun lalu

8 Penyakit Mengintai saat Kemarau Panjang Juni 2026, Ini Daftarnya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal