Petugas Kimia Farma di Bandara Ketahuan Pakai Rapid Antigen Daur Ulang, Epidemiolog: Memprihatikan dan Berbahaya

Siska Permata Sari
Rapid test antigen. (Foto: Reuters)

Dia mengatakan, sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan rapid antigen daur ulang, apapun kondisinya. “Sejauh ini tidak ada dan tidak boleh ada tes Covid ini yang sifatnya daur ulang. Tidak pernah ada anjuran seperti itu meski dalam keterbatasan alat,” ujarnya.

Khawatirnya, hal ini dapat berdampak meningkatkan penularan. Penularan pada orang lain yang misalnya tadinya tidak membawa virus tapi penggunaan alat tes daur ulang ternyata masih ada virusnya. Meski dibersihkan dulu, akan berpotensi mencelakakan orang lain.

Hal ini juga menurut dr Dicky kemungkinan dapat menurunkan kepercayaan publik. 

“Akan berpengaruh negatif juga karena ini akan menurunkan trust publik, ada kecurigaan. Ini harus direspon dengan segera. Harus ada klarifikasi, kemudian harus ada audit,” kata dr Dicky.

Dia juga menekankan pentingnya faktor testing dalam mengendalikan pandemi Covid-19. Faktor testing ini sangat penting dan tidak boleh main-main, tidak boleh ambil risiko. Hal yang lebih mengkhawatirkan adalah hal ini membuat ancaman bagi kesehatan masyarakat. 

“Buat saya ini permasalahan serius, ya,” ujarnya lagi. 

Editor : Dyah Ayu Pamela
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Detik-Detik Penggerebekan Rapid Test Antigen di Bandara Kualanamu, Diawali Penyamaran Petugas

57 tahun lalu

Begini Modus Rapid Test Antigen di Bandara Kualanamu, Pakai Alat Bekas yang Didaur Ulang

57 tahun lalu

Palsukan Proses Rapid Test Antigen, 5 Petugas Farmasi di Kualanamu Dibekuk Polisi

57 tahun lalu

MUI : Tes Swab dan Vaksin selama Ramadan Tak Batalkan Puasa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal