Seorang balita berusia tiga tahun juga ditemukan meninggal dunia setelah terjebak di dalam mobil keluarga di pinggiran Paris saat suhu udara melampaui 40 derajat Celsius. Dalam pekan yang sama, dua anak lainnya dilaporkan meninggal dalam insiden serupa di Prancis.
Sebagai langkah darurat, pemerintah setempat memberlakukan larangan penjualan dan konsumsi minuman beralkohol di ruang publik di Paris mulai Jumat. Kebijakan tersebut diterapkan untuk mengurangi risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat paparan panas ekstrem.
Gelombang panas kali ini tidak hanya berdampak pada Prancis. Sejumlah negara Eropa seperti Spanyol, Italia, Jerman, Swiss, Belanda, dan Inggris juga menghadapi suhu yang jauh di atas normal.
Para ilmuwan menilai cuaca ekstrem yang melanda Eropa diperparah oleh perubahan iklim. Mereka memperingatkan bahwa selama emisi gas rumah kaca dari pembakaran batu bara, minyak, dan gas masih tinggi, gelombang panas diperkirakan akan semakin sering terjadi, lebih intens, dan berlangsung lebih lama.