Mitos atau Fakta, Gunakan Gadget Berlebih Bisa Sebabkan Kerusakan Saraf

Dani M Dahwilani
Banyak yang menghubungkan gadget dapat menyebabkan kerusakan pada saraf manusia. Mitos atau fakta? (Foto: iNews.id)

Menurut Profesor Ridha, gejala ini hanya dirasakan orang tua usia 60 tahun ke atas, tapi sekarang remaja SMA bahkan anak SD merasakan keluhaan serupa.
 
"Parahnya, jika gejala awal itu diabaikan dan terus menggunakan gadget dengan posisi yang salah dalam durasi waktu yang lama, dampak paling buruk adalah kematian saraf," katanya.

Kematian saraf ini lebih berbahaya berujung pada kecacatan dengan gejala kelumpuhan pada tangan dan kaki, buang air kecil loss (tidak terasa) dan kehilangan kemampuan seksualitas. 

Profesor Ridha menuturkan bila tidak dicegah dalam 5-10 tahun ke depan Indonesia akan melahirkan generasi cacat. Untuk itulah, pentingnya Gerakan Gadget hadir di Indonesia dalam upaya menyelamatkan generasi muda Indonesia dari situasi bonus demografi. Setelah Jambi dan Surabaya, edukasi Gerakan Gadget Sehat dilakukan di hadapan ratusan guru Muhammadiyah Kecamatan Baki, Solo, Jawa Tengah.

"Saya ajak memanfaatkan bonus demografi agar Indonesia bisa masuk jajaran lima besar dunia. Ini dapat dicapai dengan membangun generasi muda berkualitas menggunakan gadget dengan tepat sejak dini," ujarnya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Health
4 hari lalu

Keseringan Main Padel Sebabkan Kista Bahu? Ini Kata Dokter

Health
5 hari lalu

Viral Wanita Kena Kista Bahu Diduga gegara Ketagihan Main Padel, Ini Ceritanya!

Health
8 hari lalu

Dipecat Menkes, Dokter Piprim Kini Praktik di RSUI

Health
8 hari lalu

Gejala Covid-19 Cicada yang Harus Diwaspadai, Demam hingga Sakit Tenggorokan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal