Kebiasaan menjadikan makanan instan sebagai bekal harian disebut dapat berdampak jangka panjang. Pasalnya, tubuh anak memerlukan kombinasi protein, vitamin, dan mineral yang seimbang untuk perkembangan fisik dan kognitif.
Jika kebutuhan nutrisi tersebut tidak terpenuhi, pertumbuhan anak berpotensi terhambat. Dampaknya tidak hanya pada fisik, tetapi juga kemampuan belajar dan perkembangan otak.
Sebab itu, Menkes menekankan pentingnya peran orang tua dalam memilih makanan. Dia mengingatkan agar bekal anak tidak hanya praktis, tetapi juga memiliki kualitas gizi yang baik untuk menunjang masa tumbuh kembang.