Masalah Kesehatan Jiwa Seharusnya Tidak Dianggap Stigma

Diaz Abraham
(Foto: AFP)

Sebenarnya stigma masalah kesehatan jiwa tak hanya terjadi di Indonesia, tapi di negara-negara dengan pendapatan rendah. Salah satu penelitian di India mengungkap, orang miskin di sana kesulitan mengekspresikan emosi.

Perbedaan tersebut dilatarbelakangi latar belakang pendidikan. Mereka cenderung beranggapan bahwa masalah kesehatan disebabkan kondisi fisik.

"Itulah kenapa kesehatan jiwa harus ada di Puskesmas, supaya mereka mampu menangani itu. Jadi mereka meluruskan bukan menambah stigma," ujar Ketua PDSKJI Pusat, dr Eka Viora, Sp.KJ, di kesempatan yang sama.

Masyarakat diharapkan dapat lebih terbuka dengan masalah kesehatan jiwa. Bukan tidak mungkin, penyakit-penyakit tubuh disebabkan oleh tekanan stres berlebih ketika melakukan aktivitas.

Untuk itu, 10 Oktober ditetapkan sebagai hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Peringatan ini dilakukan agar masyarakat lebih mengenal masalah tersebut dan tidak memberi label buruk bagi penderitanya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gelombang Trauma Tentara Israel Meledak, Fasilitas Kesehatan Jiwa Kewalahan

57 tahun lalu

Pria ODGJ di Bogor Tewas Tenggelam usai Ceburkan Diri di Situ Cikaret

57 tahun lalu

Terburuk dalam Sejarah Israel, Ribuan Tentara Zionis Gangguan Jiwa akibat Perang Gaza

57 tahun lalu

Israel Sembunyikan Info Ribuan Tentara Dipecat gegara Gangguan Jiwa, Takut Pengaruhi Moral Publik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal