“Di ruang digital ada begitu banyak orang dengan beragam latar belakang dan budaya, maka perlu standar etika agar tidak salah kaprah dan tidak terjadi salah paham," kata Abdurrahman melalui keterangannya belum lama ini.
Dia menambahkan, masyarakat harus selalu menyadari, mereka berinteraksi dengan manusia nyata di jaringan yang lain, bukan sekadar dengan deretan karakter huruf di layar monitor, namun dengan karakter manusia sesungguhnya.
Dosen Universitas Bali Internasional, Komang Tri Werthi menambahkan, internet adalah anugerah, namun bisa menjadi bencana manakala teknologi hanya bisa mengendalikan manusia, tanpa jiwa-jiwa yang beretika.
Komang juga mengingatkan, dengan banyaknya informasi dan konten yang ada di dunia maya, setiap orang harus sadar konten apa yang boleh dan tidak boleh disebarkan atau diteruskan. Perhatikan juga pemanfaatan konten tersebut bagi diri sendiri dan orang lain.
“Walaupun teknologi itu sangat maju, gunakan teknologi dengan positif dan produktif. Etika harus selalu diterapkan tidak hanya di offline tapi juga online, sehingga kita orang Indonesia tidak lagi dicap sebagai netizen yang tidak sopan,” ujar Komang.