Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu anak mengenali emosi, mengurangi kecemasan terhadap tindakan medis, mencegah munculnya rasa menyalahkan diri sendiri (self-blame), sekaligus membangun keberanian dan rasa percaya diri selama menjalani pengobatan.
Penggagas buku, Aninditha Anestya Bakrie, berharap karya tersebut dapat menjadi teman bagi anak-anak dan keluarga yang sedang berjuang menghadapi kanker.
"Semoga setiap halaman pada buku ini dapat menghadirkan senyum, menumbuhkan keberanian, dan menjadi penyemangat bagi anak-anak serta keluarga yang mendampingi mereka," kata Aninditha.
"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya buku ini. Dan semoga usaha kecil ini dapat memberikan manfaat yang besar, menjadi pengingat bahwa harapan akan selalu ada, dan anak pejuang kanker adalah anak-anak hebat yang layak untuk terus bermimpi dan meraih masa depan yang indah," ujarnya.
Sementara itu, penulis buku Ilham Fahmi menjelaskan bahwa cerita dipilih sebagai media penyampaian karena lebih mudah diterima oleh anak-anak. Melalui kisah yang dekat dengan dunia imajinasi mereka, anak diharapkan dapat memahami kondisi yang sedang dihadapi tanpa kehilangan semangat bermain dan rasa ingin tahu.