Lebih dari 7 Juta Orang di Indonesia Berisiko Terkena Stroke, Alami Gangguan Irama Jantung

Niko Prayoga
Penderita fibrilasi atrium diketahui memiliki risiko stroke sekitar lima kali lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak mengalami gangguan irama jantung. (Foto: Ilustrasi/AI)

Dia menyebutkan, hasil penelitian terbaru memperlihatkan risiko stroke pada penderita AF bahkan dapat mencapai 10 kali lipat dibandingkan individu tanpa kondisi tersebut.

Tak hanya meningkatkan risiko, stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium juga cenderung lebih berat dampaknya. Banyak pasien yang mengalami kondisi tersebut berakhir dengan kecacatan permanen, bahkan tidak sedikit yang meninggal dunia.

“Stroke yang berkaitan dengan AF itu lebih parah, lebih banyak yang meninggal dan lebih banyak yang mengalami kecacatan,” kata dr Yoga.

Melihat besarnya risiko yang ditimbulkan, deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Salah satu metode sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah dengan memeriksa denyut nadi secara mandiri.

Metode ini dikenal dengan istilah MENARI atau meraba nadi sendiri. Cara tersebut dapat membantu masyarakat mengenali lebih awal adanya kemungkinan gangguan irama jantung.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Health
9 hari lalu

Sebelum Meninggal Dunia, John Tobing Berjuang Melawan Stroke

Health
28 hari lalu

Bedah Jantung Gratis dari KS Relief Bantu Selamatkan Nyawa Anak Indonesia, Ini Faktanya!

Health
30 hari lalu

Fakta Baru! Penyakit Jantung hingga Kanker Kini Bisa Ditangani di RSUD

Health
4 bulan lalu

Viral Gen Z Kena Stroke gegara Suka Memendam Stress, Ini Faktanya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal