Kisah Dokter Relawan Covid-19 Harus Tangani 200 Pasien Sekaligus saat Varian Delta Menyerang

Syifa Fauziah
Dokter relawan Covid-19 ceritakan pengalaman mencekam saat varian Delta menyerang Indonesia. (Foto: YouTube)

Meski ada perasaan takut dan sedih, namun dr Maria mengaku selalu percaya pada kepercayaan dan selalu berdoa agar diberi kesehatan. "Saya juga was-was sama keadaan orang tua di rumah, tapi mereka jadi penguat saya. Tentunya nakes di RSDC juga saling menguatkan," ujar dia.

Pengalaman lain juga dirasakan oleh Bayu Prima Larosa. Dia menceritakan saat pasien Delta meningkat, Instalasi Gawat Darurat (IGD) penuh, bahkan hingga kekurangan ventilator.

"Jadi untuk pasien baru harus nunggu dulu, jadi pasien ini bergantian," kata dia.

Tak hanya itu, karena lonjakan kasus varian Delta meningkat, banyak nakes yang terpapar hingga mereka kekurangan perawat saat itu. "Jadi kita kerja dua kali dalam satu hari. Bukan karena paksaan tapi karena memang kekurangan tenaga kesehatan. Kita turun secara sukarela. Saya lihat teman saya angkat tabung oksigen 100 kilo sendirian, jadi ya tergerak untuk membantu," ujar dia.

Editor : Siska Permata Sari
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tama Langkun Dukung Penegakan Hukum di BGN, Minta MBG Tetap Fokus untuk Rakyat

57 tahun lalu

Sri Gusni: Pergantian Pimpinan BGN Harus Menjadi Momentum Pembenahan Menyeluruh Program MBG

57 tahun lalu

Peringati Iduladha 1447H, Perindo Sumut Sembelih 41 Hewan Kurban

57 tahun lalu

Waketum Perindo Bicara Ambang Batas Parlemen: Jangan Sampai Suara Rakyat di Pemilu Sia-Sia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal