Kepala BPOM: Belajar dari India, Ivermectin Dapat Menurunkan Sakit Pasien Covid-19

Muhammad Sukardi
Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan bahwa uji klinik terhadap obat Ivermectin segera dimulai. (Foto: Muhammad Sukardi)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) siap melakukan uji klinik terhadap obat Ivermectin tersebut. Hal tersebut mengacu pada Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang disebutkan sudah memiliki data positif terkait Ivermectin sebagai salah satu terapi penanggulangan Covid-19 di beberapa negara.
 
"Data-data epidemiologi dan juga publikasi global, menunjukkan bahwa Ivermectin juga digunakan untuk penanggulangan Covid-19 dan ada guideline dari WHO dikaitkan dengan Covid-19 treatment yang merekomendasikan bahwa Ivermectin dapat digunakan dalam kerangka uji klinik," terang Kepala BPOM Penny K Lukito, pada konferensi pers virtual, Senin (28/6/2021).
 
Dia melanjutkan, pendapat yang sama diberikan oleh beberapa otoritas obat dalam kategori sistem regulator yang baik seperti US FDA dan EMA dari Eropa. “Namun, memang data uji klinik harus terus kita kumpulkan di mana saat ini belum konklusif. Untuk itulah BPOM sejalan dengan rekomendasi WHO memfasilitasi pelaksanaan uji klinik yang diinisiasi oleh Balitbangkes," katanya.
 
Sudah beberapa negara melakukan uji klinik Ivermectin dalam hal penanganan Covid-19. Misalnya saja India, Ceko, Peru, dan beberapa negara lainnya.
 
India sendiri, kata Penny, negara tersebut membuktikan bahwa Ivermectin dapat menurunkan kesakitan pasien Covid-19 di masa tsunami Covid-19 beberapa waktu lalu.
 
"Setelah tsunaminya reda, penggunaan Ivermectin tidak dilanjutkan memang, tetapi obat tersebut memberi dampak baik pada penurunan angka kesakitan pasien Covid-19 di rumah sakit," terangnya.
 
Sementara Pakar Mikrobiologi Klinik Prof Pratiwi Sudarmono, mengatakan sejauh ini, uji klinik Ivermectin akan diberikan pada kelompok pasien Covid-19 gejala ringan hingga sedang. Jika hasilnya nanti baik, ada kemungkinan akan diujikan pada pasien dengan gejala lebih buruk.
 
"Jadi, hasil uji klinik Ivermectin ini nantinya akan memberikan gambaran pada kami apakah obat tersebut baik atau buruk untuk penanganan pasien Covid-19 di Indonesia," kata Pakar Mikrobiologi Klinik Prof Pratiwi Sudarmono. 

Editor : Elvira Anna
Artikel Terkait
Nasional
7 hari lalu

BPOM Cabut Izin dan Hentikan Produksi 11 Kosmetik Berbahaya

Nasional
7 hari lalu

Bahayakan Masyarakat, BPOM Ancam Produsen Kosmetik Ilegal Hukuman 12 Tahun Penjara

Health
7 hari lalu

Masyarakat Diingatkan Bahaya Kosmetik Mengandung Merkuri, Picu Kanker Kulit

Nasional
7 hari lalu

BPOM Ungkap Kandungan Berbahaya dalam Kosmetik Picu Kanker Kulit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal