Operasi dengan robot, lanjutnya diawali dengan perencanaan pada mesin robot untuk menentukan arah dan posisi implant sehingga penempatan implant menjadi akurat dengan tingkat akurasi 99 persen.
Dr Asrafi menjelaskan, operasi kasus-kasus kompleks dengan perubahan struktur anatomi normal menjadi sangat mungkin dilakukan dengan menggunakan teknologi robot, contoh kasus yang sulit dilakukan tanpa robot antara lain adalah scoliosis berat, rheumatoid arthritis pada tulang leher, penyakit degenerative berat pada tulang belakang dan pergeseran tulang derajat 3-4.
"Selain akurasi, penggunaan robot juga dapat meminimalisasi dosis radiasi baik pada pasien, dokter dan staf kamar operasi," kata dia.