Meski tren mulai menurun, masyarakat diminta tidak lengah menjelang periode libur Lebaran. Mobilitas masyarakat yang meningkat serta aktivitas berkumpul berpotensi meningkatkan risiko penularan.
“Menjelang mudik Lebaran, mobilitas masyarakat akan meningkat dan potensi kerumunan lebih besar. Karena itu masyarakat perlu tetap waspada terhadap penularan campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,” ujar dr Andi.
Sebagai upaya pengendalian, Kemenkes mempercepat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) serta Catch Up Campaign atau imunisasi kejar campak-rubella (MR) di wilayah terdampak dan wilayah berisiko. Program tersebut dilaksanakan di 102 kabupaten/kota dengan sasaran utama anak usia 9 hingga 59 bulan selama Maret 2026.
Pelayanan imunisasi dilakukan melalui berbagai titik layanan agar menjangkau lebih banyak anak. Layanan tersebut tersedia di puskesmas, posyandu, satuan pendidikan seperti PAUD dan TK, tempat ibadah, hingga pos pelayanan mudik.
“Kami mengajak para orang tua untuk segera memeriksa status imunisasi anak dan melengkapinya jika belum lengkap. Imunisasi merupakan perlindungan paling efektif untuk mencegah anak tertular campak,” kata dr Andi.