Untuk menekan risiko dan mendeteksi kanker lebih awal, dr Indah menekankan pentingnya skrining rutin, terutama bagi perempuan yang sudah memasuki usia 30 tahun ke atas.
Salah satu metode yang umum digunakan adalah mammografi, yang menjadi standar utama dalam mendeteksi kanker payudara. Namun, pemeriksaan lain seperti USG payudara juga bisa menjadi alternatif, terutama jika dilakukan oleh tenaga medis berpengalaman.
"Dengan USG payudara, selama dilakukan oleh dokter yang berpengalaman, itu bisa cukup memastikan apakah mengarah ke kanker atau tidak," katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa jika ditemukan benjolan atau indikasi tertentu, pasien dapat menjalani pemeriksaan lanjutan seperti biopsi untuk memastikan apakah tumor tersebut ganas atau tidak, sekaligus menentukan stadium kanker.
Di momen yang sama, dr Indah mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hingga gejala memburuk untuk melakukan pemeriksaan. Deteksi dini menjadi kunci utama dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien kanker payudara.