"Banyak makanan yang bisa memicu ketidakseimbangan hormonal. Jadi pada orang yang punya bakat genetik kanker, itu bisa mempercepat pertumbuhan sel kanker," jelas praktisi kesehatan itu.
Selain faktor genetik, perubahan gaya hidup modern juga ikut memperbesar risiko. Konsumsi makanan olahan, kurangnya aktivitas fisik, hingga paparan zat tertentu disebut dapat mempercepat munculnya kanker pada usia lebih dini.
Untuk menekan risiko dan mendeteksi kanker lebih awal, dr Indah menekankan pentingnya skrining rutin, terutama bagi perempuan yang sudah memasuki usia 30 tahun ke atas.
Salah satu metode yang umum digunakan adalah mammografi, yang menjadi standar utama dalam mendeteksi kanker payudara. Namun, pemeriksaan lain seperti USG payudara juga bisa menjadi alternatif, terutama jika dilakukan oleh tenaga medis berpengalaman.
"Dengan USG payudara, selama dilakukan oleh dokter yang berpengalaman, itu bisa cukup memastikan apakah mengarah ke kanker atau tidak," katanya.