Jangan Sepelekan Otot Kaku dan Tangan Tremor karena Penyakit Parkinson, Kenali Penanganannya

Vien Dimyati
Jangan Sepelekan Otot Kaku dan Tangan Tremor karena Penyakit Parkinson (Foto: News-Medical)

"Sejauh ini kita masih dengan obat-obatan. Problemnya ada dopamine yang hilang di otak. Dopamin itu semacam senyawa kimia di otak. Dopamin ilang dan gerakan terganggu. Orang itu juga bisa depresi, cemas karena semua berantakan di otak. Makanya obat berjenis dopamine dibutuhkan. Dalam perjalanannya obat ini makin lama dibutuhkan dan menjadi tidak efektif, maka timbul komplikasi. Karena minum obat banyak, dalam kondisi itu, maka operasi dibutuhkan," katanya.

Selain minum obat, ada juga penanganan terapi fisik dan rehabilitasi. Hal ini kata dokter Agus dapat membantu meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan keseimbangan untuk membantu agar mobilitas dan kemandirian pasien tetap terjaga. 

Kemudian, tindakan Parkinson di rumah sakit juga bisa dilakukan. Tindakan operasi menjadi pilihan ketika obat-obatan kehilangan efektivitasnya dan timbul komplikasi akibat obat, seperti fluktuasi motorik dan dyskinesia. Prosedur bedah seperti stimulasi otak dalam (deep brain stimulation/DBS) atau stereotactic brain lesioning dapat menjadi pilihan. 

Dokter Agus mengatakan tindakan stereotactic brain lesioning adalah prosedur bedah untuk membantu mengatasi gejala yang tidak dapat dikendalikan dengan obat-obatan. Persiapannya, sebelum prosedur, pasien akan menjalani pemindaian otak seperti MRI atau CT scan untuk menentukan lokasi yang tepat untuk pembuatan lesi.

Dokter spesialis bedah saraf menggunakan sistem stereotaktik (kerangka acuan yang sangat presisi) untuk menempatkan elektroda di area otak yang ditargetkan, biasanya pada struktur seperti globus pallidus atau nukleus subthalamikus. Kemudian, dilakukan stimulasi listrik. Sebelum dilakukan “lesioning”, dilakukan stimulasi listrik dahulu, untuk meyakinkan lokasi yang akan dilesi sudah tepat. 

"Tindakan operasi ini dilakukan dalam keadaan sadar agar dokter dapat melihat efek langsung dari stimulasi listrik. Setelah diyakini lokasi sudah tepat, elektroda kemudian digunakan untuk menciptakan lesi kecil dengan cara memberikan panas yang terkendali," ujar dokter Agus.

Sementara itu, tindakan deep brain stimulation/DBS merupakan prosedur bedah dengan menanamkan elektroda di otak. Elektroda akan terhubung dengan perangkat generator Listrik kecil dan baterai yang dokter pasang di bawah kulit di dada. "Manfaatnya mengurangi gejala motorik, seperti tremor, kekakuan, dan bradikinesia dengan mengubah aktivitas abnormal di area otak yang terkait dengan kontrol gerakan. Kemudian pasien dapat mengurangi dosis obat," ujarnya.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jerawat Tak Kunjung Hilang? Dokter Ungkap Masalahnya Bisa dari Usus!

57 tahun lalu

Jangan Anggap Sepele! Kelainan Ginjal Anak Bisa Dideteksi sejak dalam Kandungan

57 tahun lalu

Muncul Cedera Baru Bernama Padel Elbow, Dokter Ungkap Penyebabnya

57 tahun lalu

Main Padel Bisa Sebabkan Robekan ACL, Ini Gejala yang Harus Diwaspadai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal