3. Kontrol kondisi kesehatan
Kondisi seperti diabetes dapat meningkatkan risiko katarak, jadi penting untuk menjaga kadar gula darah dan tekanan darah.
4. Pemeriksaan mata rutin
Skrining mata secara teratur, terutama setelah usia 40 tahun, membantu mendeteksi katarak pada tahap awal. Skrining katarak sangat disarankan terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko, seperti usia lanjut, diabetes, riwayat keluarga dengan katarak, atau paparan sinar matahari berlebih.
Dokter Hans Widjaja Putra selaku, direktur Primaya Hospital mengatakan, pada tahap skrining dilakukan pemeriksaan tensi, gula darah, pemeriksaan EKG, pemeriksaan katarak, visus dan biometri oleh dokter spesialis. Setelah operasi dilaksanakan, pasien dibekali dengan edukasi perawatan
luka dan diberikan obat pulang.
"Pada control paska operasi, dokter akan melihat perkembangan hasil operasi serta memeriksa kondisi luka operasi," kata dokter Hans.
Dia menyampaikan pasien dapat mendatangi Pusat Layanan Mata yang merupakan salah satu dari Center of Excellence Primaya Hospital Sukabumi. Pusat layanan mata ini dapat melakukan tindakan operasi pacho, SICS (Small Incision Catarac Surgery), biometri, visus, autoref, keratometri, tonometri, dan Slit lamp.