Selain membantu perkembangan otak, lemak juga berperan dalam penyerapan berbagai vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K. Tanpa asupan lemak yang cukup, tubuh anak tidak dapat menyerap vitamin-vitamin tersebut secara optimal.
“Lemak membantu penyerapan vitamin A untuk mata, vitamin D untuk tulang dan imunitas, vitamin E, dan vitamin K untuk pembekuan darah,” ujarnya.
Dr. Ian juga meluruskan pandangan bahwa lemak jenuh selalu berdampak buruk bagi kesehatan. Pada orang dewasa, konsumsi lemak jenuh memang perlu dibatasi. Namun, pada anak usia di bawah dua tahun, lemak jenuh masih memiliki peran penting sebagai sumber energi untuk menunjang pertumbuhan.
Dia menjelaskan kebutuhan lemak pada anak usia di bawah dua tahun mencapai sekitar 39 persen dari total kebutuhan kalori harian. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kebutuhan lemak orang dewasa.
Karena itu, orang tua tidak perlu ragu memberikan sumber lemak sehat dalam MPASI. Beberapa pilihan yang dapat diberikan antara lain santan, mentega, keju, yogurt, alpukat, hingga minyak zaitun sesuai kebutuhan dan usia anak.