"Secara psikologis, penderita glaukoma berisiko merasakan kecemasan, bahkan sampai depresi, karena terus menerus mengkhawatirkan kebutaan. Belum lagi imbas finansial atas kebutuhan pengobatan glaukoma," kata Profesor Widya.
Profesor Widya memaparkan implan glaukoma merupakan prosedur bedah untuk menurunkan tekanan dalam bola mata. Operasi ini menjadi pilihan utama bagi pasien glaukoma dengan tekanan bola mata yang tidak terkontrol, atau mengalami kerusakan saraf mata berat, dan sudah tidak lagi merespons terapi lainnya.
Dr Zeiras Eka Djamal, dokter subspesialis glaukoma JEC Eye Hospitals and Clinics dan ketua pelaksana operasi implan glaukoma JEC 2024 menjelaskan, prosedur implan glaukoma melibatkan pemasangan implan kecil di dalam mata (berupa tabung silikon kecil yang menempel pada semacam plat).
Ini membantu mengalirkan cairan agar keluar dari bola mata dan menurunkan tekanan intraokular. Berdasarkan studi, pemasangan implan glaukoma mempunyai tingkat keberhasilan 80-85 persen.
“Dengan teknik operasi terbaru dan variasi pilihan implan glaukoma kami berharap bisa membantu pasien-pasien glaukoma untuk mendapatkan kembali kontrol tekanan bola mata lebih baik. Harapannya, pasien glaukoma, merasakan kenyamanan lebih, baik saat tindakan maupun setelahnya,” ujar Zeiras Eka.