Ingin Mengurangi Stres? Lakukan Pernapasan Diafragma dan 6 Cara Ini

Okezone
Stres harus diatasi sejak awal agar tidak menimbulkan penyakit. (Foto: Theaustralian)

3. Punya Benda yang Bisa Digunakan sebagai ‘Jimat’

Tenang, cara ini bukanlah yang aneh-aneh melainkan membantu seseorang untuk lebih tenang menggunakan indra peraba. Carilah batuan alam yang bisa digunakan sebagai gelang atau sekadar bisa ditaruh di dompet. Saat merasa stres, peganglah batu tersebut dan ucapkan kata-kata 'Ini juga akan berlalu' atau 'Sebuah solusi sedang dalam perjalanan'. Cari ini dapat membantu menghilangkan stres.

4. Lakukan Pernapasan Diafragma

Latihan pernapasan diafragma dapat membantu mengurangi stres dan ketegangan otot. Napas diafragma dapat mengurangi denyut jantung, tekanan darah, dan sekresi kortisol, yaitu hormon penyebab stres. Kalau perlu, lakukan pernapasan dengan mendengarkan instrumen music, sehingga suasana menjadi lebih rileks.

5. Mencoba Relaksasi Otot Progresif

Cara ini dapat membantu mengelabui tubuh agar merasa lebih tenang. Untuk melakukan relaksasi otot progresif, cobalah menegangkan satu kelompok otot, kemudian mengendurkannya. Contohnya, mengepalkan tangan lalu membukanya lebar. Ketika otot menjadi kendur, maka pikiran dan emosi cenderung menjadi lebih rileks sehingga menciptakan perasaan tenang.

6. Menuliskan Penyebab Stres

Stres terlihat berbeda untuk semua orang, namun tidak semuanya memahami akar penyebab stres. Cobalah menulis hal-hal yang membuat stres dalam hidup dan cara meresponsnya, baik secara mental maupun fisik. Saat menuliskan hal ini, orang mungkin akan berpikir ulang mengenai cara-cara mereka menghadapi stres dan melakukan perubahan.

7. Pergi dengan Teman

Ini adalah pilihan terakhir untuk mengatasi stres. Sebagai mahluk sosial, manusia tetap perlu berinteraksi dengan orang lain, termasuk ketika stres. Melakukan percakapan dari hati ke hati dengan teman atau orang terdekat akan memberikan perspektif penting, dukungan instrumental, dan umpan balik emosional. Hal itu akan membuat seseorang merasa lebih optimistis dan tubuh meningkatkan sekresi hormon yang penting untuk kesejahteraan seperti oksitosin.

Editor : Tuty Ocktaviany
Artikel Terkait
18 jam lalu

Hotman Paris Sakit Saraf Kejepit L4 dan L5, Apa Itu?

2 hari lalu

Bakom Bantah Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN gegara Tekanan Hukum

2 hari lalu

6 Kebiasaan Atlet Ini Wajib Ditiru agar Tubuh Bugar, Dokter Approved!

3 hari lalu

Beda Gejala Retinopati Diabetik dengan Katarak, Ini Penjelasannya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal