Indonesia Darurat Perawat Onkologi, Ini Faktanya!

Muhammad Sukardi
Ilustrasi perawat onkologi. (Foto: Ilustrasi AI)

JAKARTA, iNews.id - Perawat onkologi di Indonesia jumlahnya masih sangat sedikit. Padahal, peran perawat onkologi sangat penting dalam perjalanan perawatan pasien kanker, terutama kanker payudara yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia.

Menurut data Globocan 2022, kasus kanker payudara di Indonesia diprediksi mencapai 41,8 per 100.000 penduduk. Angka kasus yang sangat tinggi, dan karena itu peran perawat onkologi sangat penting dalam proses pengobatan pasien.

Disampaikan Edy Gunawan selaku CEO MRCCC Siloam Hospitals, peran perawat onkologi itu penting, karena mengetahui ilmu dasar dalam pengobatan kanker.

Edy Gunawan selaku CEO MRCCC Siloam Hospitals. (Foto: Muhammad Sukardi)

"Obat kemoterapi itu sangat sitotoksik, artinya harus di-handle khusus. Kalau perawat umum belum tentu paham pakai alat pelindung dirinya seperti apa, obat kemoterapi ini boleh terbuka di udara berapa lama," kata Edy saat ditemui iNews.id do MRCCC Siloam Hospitals Jakarta, Jumat (13/2/2026).

"Lalu, obat kemoterapi tertentu sebelum disuntik ke pasien, harus di-cross check dulu. Ini apakah warnanya berubah, apakah ada kontaminasi, dan lainnya. Nah, perawat biasa belum tentu memiliki kompetisi itu," tambahnya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Daging Olahan Marak di Pasaran, Bahaya Kanker Mengintai

57 tahun lalu

Fantastis! Biaya Pengobatan Kanker Tembus Rp5,9 Triliun

57 tahun lalu

Menkes Sebut Kanker Bisa Disembuhkan, Asalkan...

57 tahun lalu

Jangan Anggap Sepele! Kelainan Ginjal Anak Bisa Dideteksi sejak dalam Kandungan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal