Data tersebut dikeluarkan oleh studi yang dikerjakan peneliti dari Stop TB Partnership Indonesia (STPI), bahwa orang dengan TBC RO rentan punya pikiran bunuh diri. Dampak psikis ini nyata di lapangan dan salah satu penyebab utamanya adalah stigma yang diberikan ke pasien.
"TBC RO bukan hanya memberi dampak fisik ke pasien, tapi juga psikis, salah satunya keinginan bunuh diri," terang anggota peneliti STPI Dena Sundari Alief, dalam konferensi pers virtual, Selasa (18/10/2022).
Bukan hanya itu, dampak psikis lainnya yang dialami orang dengan TBC RO adalah merasa depresi dan anxiety, bahkan halusinasi. Menurut Dena, kondisi itu bukan hanya bagian dari efek samping obat yang dikonsumsi dalam jangka panjang, tapi juga efek dari sosial di masyarakat.
Hal itu yang dialami Paran Sarimita Winarni, penyintas TBC RO. Dia mengaku pernah begitu anxiety dan depresi karena penyakit tersebut.
"Masalah seperti datang tiada henti. Bukan hanya berjibaku dengan penyakit TBC RO, tapi juga menyadari bahwa tidak lagi bekerja membuat mental saya terganggu," katanya di sesi Webinar bersama Kemenkes belum lama ini.