"Seperti Nipah Virus juga, itu ternyata nama desa. Hanta juga begitu," katanya.
Lebih lanjut, Prof Tjandra menjelaskan bahwa Hantavirus memiliki dua kelompok besar yang berbeda, yakni tipe Asia-Eropa dan tipe Amerika. Menurutnya, kasus yang kini ramai dibahas akibat outbreak di kapal pesiar termasuk jenis yang ditemukan di Amerika dan dikenal lebih berbahaya.
"Yang terjadi sekarang ini adalah tipe Amerika, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome atau HPS. Pulmonary artinya paru paru," jelasnya.
Jenis tersebut menyerang sistem pernapasan dan memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi. Sementara itu, tipe yang lebih banyak ditemukan di Asia, termasuk Indonesia, dikenal sebagai Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yang lebih banyak menyerang ginjal dan menyebabkan 'demam berdarah'.
Ia kemudian menyoroti outbreak di kapal pesiar yang mulai mendapat perhatian dunia sejak April lalu. Kasus tersebut akhirnya dilaporkan ke WHO pada 2 Mei karena dinilai memiliki potensi penyebaran lintas negara.
Menurut Prof Tjandra, ada tiga alasan utama WHO memasukkan kasus itu ke dalam Disease Outbreak News.