Tak hanya berperan pada sistem saraf, garam juga menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi jantung. Prof Zulys menjelaskan, detak jantung yang teratur dipengaruhi oleh keseimbangan ion natrium dan kalium yang bekerja di dalam sel-sel jantung.
“Kemudian juga jantung kita ini bisa berdetak dengan teratur karena apa? Karena ada sistem channel garam, ion-ion natrium, kalium di dalam sel-sel di jantung kita,” ucapnya.
Meski memiliki manfaat penting, konsumsi garam tetap harus dilakukan secara seimbang. Dia mengingatkan bahwa kelebihan maupun kekurangan garam sama-sama dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.
Konsumsi garam yang berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi. Sebaliknya, kekurangan garam juga dapat mengganggu fungsi saraf dan jantung sehingga tidak bekerja secara optimal.
“Kelebihan garam tidak bagus juga akan menyebabkan hipertensi, tapi kekurangan garam ini juga menyebabkan bahaya yang menyebabkan kerja jantung, kerja saraf kita akan menjadi tidak normal. Oleh karena itu, kita cukupkan makan garam seadanya,” kata Prof Zulys.
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa garam bukan hanya sekadar penyedap makanan, tetapi juga komponen penting yang mendukung kerja otak, saraf, dan jantung. Karena itu, menjaga asupan garam dalam jumlah yang cukup dan tidak berlebihan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh.