Setiap robot diperlukan pembelajaran tersendiri dan ini yang membuat penggunaan robot harus tepat guna. Ya, tidak bisa kasus yang masih bisa di-handle laparoskopi, kemudian dokter menggunakan produser robotik.
"Robotik akan dipakai untuk kasus yang sangat sulit, extraordinary. Pada kasus yang sukar seperti itu, evidence base membuktikan kalau rootik lebih baik hasilnya ketimbang laparoskopi," papar dr Sharifah.
Dan karena kekhasan itu, dokter pun tidak bisa asal merekomendasikan robotik ini. Jika pasien ingin mencoba robotik, padahal terapi laparoskopi sudah bagus hasilnya, maka dokter tidak pakai robotik.
"Kami tidak ingin juga pasien menghamburkan uang begitu saja. Kegunaan robotik harus tepat guna," tambah dr Sharifah.