Di sinilah peran keluarga menjadi sangat krusial. Ya, dr Endang menekankan dunia anak identik dengan bermain. Aktivitas bermain bukan sekadar hiburan, melainkan bagian penting dari pemulihan mental dan sosial pasien kanker anak.
"Aspek sosial ini sering kali terlupakan. Selain medis, orang tua perlu mengedepankan aspek sosial dengan mengajak anak bermain secara rutin," jelasnya.
Pendekatan multidisiplin yang menggabungkan terapi medis dengan dukungan sosial-keluarga ini terbukti memberikan dampak lebih signifikan dibandingkan pendekatan medis saja. Dalam penelitian yang dilakukan di rumah sakit, dukungan keluarga menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas pemulihan anak.
"Kami pernah melakukan penelitian di rumah sakit, bahwa dengan pendekatan multidisiplin yang menggabungkan aspek medis dan dukungan sosial-keluarga, lalu dibandingkan dengan pendekatan medis saja, ternyata aspek yang paling berdampak signifikan adalah dukungan keluarga," ungkap dr Endang.
Keterlibatan keluarga besar juga dinilai penting, mengingat budaya Indonesia yang banyak menganut sistem keluarga besar (extended family). Dukungan emosional, perhatian, dan interaksi positif membantu anak membangun kembali rasa percaya diri setelah menjalani pengobatan panjang.