Dampak Pandemi Virus Korona bagi Penderita Gangguan Kecemasan dan OCD

Antara
Pandemi virus korona berdampak bagi penderita gangguan kecemasan dan OCD. (Foto: AFP)

"Strategi terapi yang dikenal dengan nama teknik flooding - memaparkan orang yang memiliki gangguan anxietas dan/atau gangguan obsesif kompulsif dengan keadaan yang masif, sehingga ‘didesak’ untuk mampu beradaptasi secara cepat," kata Gina.

Opsi karantina dan isolasi mandiri

Kebutuhan untuk karantina, isolasi, maupun lockdown sangat mungkin muncul dalam keadaan wabah guna memutus rantai penularan infeksi.

Karantina didefinisikan sebagai upaya membatasi kegiatan dan kontak sosial yang dilakukan oleh orang yang mungkin sudah terpapar kuman atau virus sebelumnya. Sementara isolasi dilakukan oleh orang yang sudah memiliki gejala klinis penyakit akibat kuman atau virus tertentu.

Gina menyebut, terdapat beberapa studi yang pernah dilakukan untuk menilai dampak psikologis karantina diri melaporkan berbagai konsekuensi negatif, termasuk di antaranya gejala post-traumatic stress disorder (PTSD) kebingungan, dan kemarahan.

"Hal ini dapat dipahami mengingat saat karantina akan ada perubahan rutinitas, dan mungkin sensasi kesepian sehingga membuat seseorang memiliki persepsi asing dari dunianya," kata Gina.

Editor : Tuty Ocktaviany
Artikel Terkait
20 jam lalu

Bakom Bantah Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN gegara Tekanan Hukum

21 jam lalu

6 Kebiasaan Atlet Ini Wajib Ditiru agar Tubuh Bugar, Dokter Approved!

3 hari lalu

Beda Gejala Retinopati Diabetik dengan Katarak, Ini Penjelasannya!

3 hari lalu

Waspada! Komplikasi Diabetes Ini Diam-Diam Bisa Sebabkan Kebutaan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal