COVID-19 Resmi Jadi Nama Baru Virus Korona yang Menyebar di China, Ini Alasan WHO

Siska Permata Sari
COVID-19 jadi nama baru virus korona yang menyebar di China. (Foto: AFP)

"Kita harus menggunakan jendela peluang saat ini untuk memukul keras dan berdiri bersama untuk melawan virus ini di setiap sudut. Jika tidak, kita bisa memiliki lebih banyak kasus dan biaya yang jauh lebih tinggi di tangan kita," katanya.

Sementara itu terkait dengan vaksin, Dr Tedros mengungkapkan bahwa vaksin pertama yang menargetkan virus tersebut dapat tersedia dalam 18 bulan lagi. "Jadi kita harus melakukan semuanya hari ini menggunakan senjata yang tersedia", katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, novel coronavirus diidentifikasi di Wuhan, China pada 31 Desember. Virus ini telah menyebar ke lebih dari 20 negara. Selain itu, lebih dari 1.000 orang telah meninggal dan lebih dari 43.000 orang telah terinfeksi, dengan sebagian besar kasus berada di China.

Editor : Tuty Ocktaviany
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ganas! Gelombang Panas Lebih Dahsyat Akan Terjang Eropa, Suhu Capai 43 Derajat Celsius 

57 tahun lalu

Keren! China Bikin Satelit Tangani Gempa hingga Banjir

57 tahun lalu

China Uji Coba Rudal di Samudra Pasifik usai Australia-Fiji Teken Kerja Sama Pertahanan

57 tahun lalu

Terungkap! Motif Pria Tabrakkan Pesawat ke Gedung di China Diduga Bunuh Diri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal