Ketika saraf frenikus atau saraf vagus terganggu, diafragma dapat berkontraksi secara berulang dan tidak terkendali sehingga memicu cegukan yang berlangsung terus-menerus.
Karena itulah, dokter terkadang akan melakukan pemeriksaan jantung, termasuk elektrokardiogram (EKG), pada pasien yang mengalami cegukan berkepanjangan tanpa penyebab yang jelas.
Banyak orang menganggap cegukan hanya gangguan ringan yang akan hilang dengan sendirinya. Padahal, jika berlangsung berhari-hari hingga berminggu-minggu, kondisi tersebut bisa menjadi petunjuk adanya masalah kesehatan yang lebih serius.
Selain penyakit jantung, cegukan kronis juga dapat dipicu oleh gangguan lambung dan kerongkongan, penyakit hati, gangguan ginjal, infeksi tertentu, hingga kelainan pada sistem saraf pusat.
Karena itu, para ahli menyarankan masyarakat segera memeriksakan diri apabila cegukan berlangsung lebih dari 48 jam, terutama jika disertai keluhan lain seperti nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar, sulit makan, sulit tidur, atau penurunan kondisi fisik.