Menurut Mayo Clinic, cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam dikenal sebagai persistent hiccups atau cegukan persisten. Kondisi ini berbeda dengan cegukan biasa yang umumnya hilang dalam hitungan menit atau jam.
Cegukan kronis dapat terjadi akibat gangguan pada saraf vagus dan saraf frenikus yang berperan mengendalikan gerakan diafragma. Selain masalah pada sistem pencernaan dan saraf, beberapa penyakit serius juga dapat memicu kondisi tersebut. Mayo Clinic
Sementara itu, Cleveland Clinic menjelaskan bahwa cegukan yang berlangsung lebih dari dua hari sebaiknya tidak diabaikan karena dapat menjadi gejala dari kondisi medis tertentu yang membutuhkan penanganan segera.
Meski bukan gejala khas penyakit jantung, sejumlah penelitian dan laporan medis menunjukkan bahwa cegukan kronis dapat muncul pada beberapa pasien dengan gangguan kardiovaskular.
Kondisi seperti serangan jantung, perikarditis atau peradangan selaput jantung, gagal jantung, hingga gangguan pembuluh darah besar di area dada dapat menyebabkan iritasi pada saraf yang mengatur refleks cegukan.