Hal itu lantaran warnanya hampir menyerupai bagian dalam vagina, sehingga terlihat menyatu. Oleh karenanya, tidak ada penjelasan ilmiah mengenai cara melihat apakah selaput dara sudah robek atau belum.
Fakta tersebut sekaligus menyangkal mitos yang menyatakan bahwa selaput darah selama ini menjadi semacam penutup lubang vagina. Pasalnya jika vagina ditutupi oleh sesuatu, maka seorang wanita tentu tidak akan dapat mengeluarkan darah menstruasi.
Meskipun tidak bisa dirasakan dan dilihat, selaput dara akan menipis seiring dengan berjalannya waktu. Namun perlu diketahui bahwa fenomena tersebut tidak bergantung pada aktivitas seksual yang dilakukan oleh seorang wanita.
Maka dari itu, hubungan selaput dara dan keperawanan tidak memiliki dasar medis. Di samping itu, tidak ada cara medis yang akurat untuk menguji keperawanan seorang wanita, terlebih jika dilihat dari selaput daranya.
Walaupun demikian, ahli medis tidak menyangkal bahwa beberapa aktivitas sehari-hari dapat mempercepat penipisan selaput dara. Adapun sejumlah aktivitas yang dimaksud adalah sebagai berikut.
-Menunggang kuda
-Naik sepeda
-Memanjat pohon
-Senam
-Menari
Selain itu, aktivitas non-seksual lain juga dapat merusak selaput dara wanita, seperti melakukan USG transvaginal. Namun demikian, tidak semua wanita mengeluarkan darah saat selaput daranya robek.