Gejala awalnya memang menyerupai infeksi pernapasan biasa seperti demam tinggi, namun pada kasus berat, pasien akan mengalami sesak napas hebat hingga kekurangan oksigen yang mengharuskan bantuan ventilator.
Lebih lanjut, perbedaan mendasar antara influenza dan batuk pilek biasa terletak pada virus penyebabnya. Selesma umumnya disebabkan oleh Rhinovirus yang cenderung ringan, sedangkan influenza disebabkan oleh virus spesifik tipe A dan B.
Prof Soedjatmiko menekankan bahwa di Indonesia, penyakit ini bersifat endemis yang artinya mengancam sepanjang tahun tanpa mengenal peralihan musim hujan maupun panas.
Tantangan terbesar saat ini adalah influenza belum masuk dalam program imunisasi nasional yang dibiayai pemerintah, tidak seperti vaksin PCV atau HPV. Hal ini disebabkan oleh analisis health economic yang masih mengkaji luasnya sebaran kasus dan perbandingan biaya antara pencegahan dan pengobatan di Indonesia.
Namun, para ahli tetap merekomendasikan perlindungan mandiri bagi orang tua yang mampu secara finansial.