JAKARTA, iNews.id – Masyarakat sering kali menyamakan influenza dengan common cold (batuk pilek biasa). Padahal, secara klinis keduanya sangat berbeda.
Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si, memperingatkan bahwa virus influenza A dan B memiliki potensi komplikasi serius yang menyerang organ vital hingga menyebabkan kematian, terutama pada kelompok usia rentan.
Selama ini, penyakit seperti campak dan difteri dianggap lebih mengancam, namun data menunjukkan bahwa influenza tidak boleh dipandang sebelah mata. Prof Soedjatmiko menjelaskan bahwa virus ini dapat berubah dan menyebabkan sakit berat secara mendadak. Jika infeksi merambat dari saluran pernapasan ke aliran darah, dampaknya bisa meluas ke organ-organ krusial selain paru-paru.
"Kalau kena, itu menyerangnya bisa paru-paru menjadi radang paru atau pneumonia, bisa ke jantung hingga otot jantung terganggu, juga ke otak. Kondisi inilah yang memerlukan perawatan intensif dan sering kali menjadi penyebab kematian," ujar Prof Soedjatmiko di acara bertajuk 'Kalventis Hadirkan Vaksin Influenza Trivalen sesuai Rekomendasi WHO', di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).
Bahaya ini nyata ditemukan di berbagai rumah sakit di Indonesia. Meski jarang dipublikasikan karena faktor privasi keluarga, kasus anak-anak yang harus masuk ICU akibat influenza terus tercatat.
Gejala awalnya memang menyerupai infeksi pernapasan biasa seperti demam tinggi, namun pada kasus berat, pasien akan mengalami sesak napas hebat hingga kekurangan oksigen yang mengharuskan bantuan ventilator.
Lebih lanjut, perbedaan mendasar antara influenza dan batuk pilek biasa terletak pada virus penyebabnya. Selesma umumnya disebabkan oleh Rhinovirus yang cenderung ringan, sedangkan influenza disebabkan oleh virus spesifik tipe A dan B.