Penuaan rambut juga dipengaruhi kombinasi faktor lingkungan, terutama saat memasuki usia 50 hingga 60 tahun. Pada fase tersebut, kualitas rambut mulai menurun, volume rambut berkurang, dan warna alami memudar. Sebab itu, seseorang bisa mengalami uban lebih cepat dibanding orang lain meski memiliki tingkat stres yang hampir sama.
2. Stres Bisa Mempercepat Munculnya Uban
Walau bukan penyebab utama, stres tetap dapat mempercepat proses munculnya uban. Kondisi stres berkepanjangan dapat memicu telogen effluvium, yaitu kondisi rambut rontok lebih cepat dari biasanya.
Saat rambut tumbuh kembali, rambut baru yang muncul bisa berwarna abu-abu atau putih karena produksi pigmennya sudah menurun. Kondisi tersebut membuat banyak orang merasa uban muncul mendadak setelah mengalami tekanan emosional berat atau kelelahan berkepanjangan.
3. Kondisi Medis Tertentu
Selain faktor usia dan stres, beberapa kondisi kesehatan juga dikaitkan dengan uban prematur. Beberapa di antaranya seperti vitiligo, alopecia areata, penyakit tiroid, hingga inflamasi kronis.
Gangguan kesehatan tersebut dapat memengaruhi produksi melanin, yaitu pigmen yang memberi warna alami pada rambut. Ketika produksi melanin terganggu, rambut akan kehilangan warna dan berubah menjadi putih atau abu-abu lebih cepat.