Bikin Khawatir, Ahli Ungkap Fakta Hantavirus Tak Terlalu Berisiko di Area Terbuka

Niko Prayoga
Ahli Epidemiologi mengungkapkan penyebaran virus Hanta dinilai tidak terlalu berisiko apabila terjadi di lingkungan terbuka. (Foto: Ilustrasi/AI)

Menurut Pandu, kondisi ruang tertutup memungkinkan penyebaran virus terjadi lebih cepat. Terlebih, tikus atau rodent yang menjadi sumber utama virus Hanta juga kerap ditemukan di lingkungan kapal.

Dia mengatakan, penularan virus Hanta umumnya terjadi melalui kotoran atau urine tikus yang mencemari barang-barang maupun makanan di sekitar manusia. Partikel debu yang terkontaminasi juga dapat terhirup dan memicu infeksi.

“Pada umumnya itu masih ditularkan dari Rodent atau tikus. Itu media kencingnya atau tai-nya mengkontaminasi barang-barang di tempat kita hidup atau makanan kita, kita megang, kita hirup debunya,” ujar dia.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Health
1 hari lalu

Cara Mencegah Hantavirus, Ahli: Jangan Dekati yang Sakit Flu

Nasional
2 hari lalu

Bukan Kasus Baru: Kemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus dalam 3 Tahun di Indonesia, 3 Orang Meninggal

Nasional
2 hari lalu

Terdeteksi Ditemukan di Indonesia, Pakar Sebut Hantavirus Bukan Hal Baru

Health
2 hari lalu

Takut Tertular Hantavirus? Begini Cara Mencegahnya agar Tidak Terpapar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal