Menurut Pandu, kondisi ruang tertutup memungkinkan penyebaran virus terjadi lebih cepat. Terlebih, tikus atau rodent yang menjadi sumber utama virus Hanta juga kerap ditemukan di lingkungan kapal.
Dia mengatakan, penularan virus Hanta umumnya terjadi melalui kotoran atau urine tikus yang mencemari barang-barang maupun makanan di sekitar manusia. Partikel debu yang terkontaminasi juga dapat terhirup dan memicu infeksi.
“Pada umumnya itu masih ditularkan dari Rodent atau tikus. Itu media kencingnya atau tai-nya mengkontaminasi barang-barang di tempat kita hidup atau makanan kita, kita megang, kita hirup debunya,” ujar dia.