Bikin Khawatir, Ahli Ungkap Fakta Hantavirus Tak Terlalu Berisiko di Area Terbuka

Niko Prayoga
Ahli Epidemiologi mengungkapkan penyebaran virus Hanta dinilai tidak terlalu berisiko apabila terjadi di lingkungan terbuka. (Foto: Ilustrasi/AI)

Menurut Pandu, kondisi ruang tertutup memungkinkan penyebaran virus terjadi lebih cepat. Terlebih, tikus atau rodent yang menjadi sumber utama virus Hanta juga kerap ditemukan di lingkungan kapal.

Dia mengatakan, penularan virus Hanta umumnya terjadi melalui kotoran atau urine tikus yang mencemari barang-barang maupun makanan di sekitar manusia. Partikel debu yang terkontaminasi juga dapat terhirup dan memicu infeksi.

“Pada umumnya itu masih ditularkan dari Rodent atau tikus. Itu media kencingnya atau tai-nya mengkontaminasi barang-barang di tempat kita hidup atau makanan kita, kita megang, kita hirup debunya,” ujar dia.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bali hingga Jakarta Sudah Punya Antibodi Hantavirus, Ini Faktanya!

57 tahun lalu

Kondisi Terkini Pasien Hantavirus di Jakarta, Membaik dan Tidak Menyebarkan Virus

57 tahun lalu

Pasien Hantavirus di Jakarta Ternyata WNA Inggris, Ini Data Lengkapnya!

57 tahun lalu

Menkes Pastikan Pasien Hantavirus di RSPI Sulianti Saroso Sudah Diizinkan Pulang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal