Takut Tertular Hantavirus? Begini Cara Mencegahnya agar Tidak Terpapar
JAKARTA, iNews.id - Ramainya pembahasan hantavirus di media sosial membuat sebagian masyarakat khawatir tertular virus tersebut. Meski begitu, masyarakat diminta tidak panik berlebihan karena hantavirus berbeda dengan Covid-19 dan penularannya lebih banyak berasal dari paparan lingkungan yang terkontaminasi tikus liar.
Dokter spesialis penyakit dalam Camoya Gersom menjelaskan hantavirus dapat menular melalui urin, kotoran, maupun debu yang telah terkontaminasi tikus. Risiko paparan meningkat saat membersihkan gudang lama, ruangan tertutup berdebu, atau area dengan infestasi tikus.
Sebab itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah utama untuk mencegah penularan hantavirus. Masyarakat disarankan rutin membersihkan area rumah yang lembap dan rawan menjadi sarang tikus.
Selain itu, penggunaan masker dan sarung tangan juga dianjurkan saat membersihkan area kotor atau berdebu. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko menghirup partikel debu yang kemungkinan telah terkontaminasi virus.
Cegah Hantavirus Jelang Haji, Arab Saudi Perketat Pemeriksaan di Perbatasan
Masyarakat juga diminta tidak menyapu debu kering secara langsung. Area berdebu sebaiknya dibersihkan secara perlahan agar partikel tidak beterbangan di udara dan terhirup.
Dalam unggahannya di media sosial, dr Camoya turut menanggapi kekhawatiran publik soal kemungkinan munculnya pandemi baru. “Lagi rame soal hantavirus. Jadi apakah bahaya? Konspirasi? Bakal kayak Covid jilid 2?” tulisnya.
Jemaah Haji Tak Perlu Khawatir! Kemungkinan Hantavirus Masuk Saudi Sangat Rendah
Dia menegaskan hantavirus bukan virus baru dan pola penyebarannya tidak sama seperti Covid-19. Meski kasusnya relatif jarang, masyarakat tetap diminta waspada dan segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami demam, batuk, sesak napas, atau lemas berat setelah terpapar lingkungan berisiko.
Editor: Dani M Dahwilani